Tampilkan postingan dengan label Satker. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Satker. Tampilkan semua postingan

Senin, 25 Juni 2012

3 KAPAL ASING DIADHOC DI SATKER PSDKP NATUNA


Kegagahan KP. HIU MACAN 001 terus terbukti, setelah menangkap 7 kapal Pelakuk IUU Fishing beberapa pekan yang lalu, kemarin (19/6) Kapal milik Direktorat Jenderal Pengawasan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) ini kembali menangkap 3 Kapal Ikan Asing (KIA) yang menangkap ikan di Wilayah Pengelolaan  Perairan Indonesia. Ketiga kapal berbendera Vietnam itu adalah KM.BTH 99571 TS, KM.BTH 98782 TS, dan KM.KH 91089

Ketiganya ditangkap di Perairan Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia (ZEEI) Laut Cina Selatan Pada posisi 05º 29, 60’ LU - 109º 58,68’ BT, 05º 27, 42’ LU - 109º 58,44’ BT dan posisi 05º 34, 63 LU - 109º 44,78’ BT. Selanjutnya KIA dibawa dan diadhock di Satker PSDKP Natuna dan diserah terimakan Nahkoda KP HIUM MACAN 001, Samson, kepada M Syamsu Rokhman selaku Kepala Satker PSDKP Natuna.



No
Nama Kapal
Bendera
Dokumen kapal
Alat Tangkap
Mesin
Muatan ikan
Nahkoda
AWAK
KAPAL
SIUP
SIPI
1
KM. BTH 99571 TS
Vietnam
Tidak ada
Tidak ada
Gill Net
Hino/yanmar
6 CYL/180 PK
50 kg
Mr. Nguyen Ngoc Quyen
2
2
KM. BTH 98782 TS
Vietnam
Tidak ada
Tidak ada
Gill Net
Daewo/6 CYL/
180 PK
50 kg
Mr. Nguyen Van Thoai
2
3
KM. KH 91089 TS
Vietnam
Tidak ada
Tidak ada
Gill Net
Hino/Yanmar/
280 PK
75 kg
Mr. Pham Tan Thai
2

Kamis, 26 April 2012

SATKER PENGAWASAN SDKP NATUNA DONOR DARAH


 
Sebagai  abdi masyarakat sangat tidak wajar jika kita menginginkan dilayani, justru tugas kita adalah melayani dengan setulus hati tanpa adanya embel-embel  yang lain. Dan alangkah bertambah terpuruknya citra pelayan masyarakat ini jika bisanya hanya bisa meminta dan menuntut. Sadar tidak sadar kita masih terlalu banyak meminta dan hanya memberi karena sudah ada aturan yang mengatur kita untuk memberi, sebagai contoh pemebrian pelayanan hanya sebatas Tugas dan Fungsinya.
Berawal dari sanalah muncul pemikiran,  Satuan Kerja Pengawasan SDKP Natuna dalam melakukan pelayanan pada masyarakat tidak boleh hanya sebatas pada ketentuan yang tertuang dalam Tugas dan Fungsi semata, namun harus bisa memberikan sesuatu yang lain pada masyarakat. Salah satunya adalah turut serta dalam kegiatan Donor Darah.
Donor Darah merupakan salah satu cara memeberi tidak harus berupa uang, namun dampaknya luar biasa, karena bisa menjadi fasilitas penyambung nyawa hidup seseorang. Sebagai contah jika ada sekumpulan korban kecelakaan  yang kehilangan banyak darah dan saat itu juga membutuhkan darah agar nyawanya bisa terselamatkan, lalu kita mencoba memberikan uang padanya mungkin mereka secara serempak  akan menyanyikan lagunya Jessie berjudul Price Tag,yang dalam salah satu liriknya berbunyi” we don’t need your money, money.”
Selain bermanfaat bagi orang lain, donor darah juga bermanfaat bagi pendonor sendiri, yakni darah tidak hanya terbuang dihisap nyamuk (just kidding). Manfaatnya sebagai beriukut:
1.       Menjaga Kesehatan jantung
Dengan melakukan donor darah rutin jumlah jat besi dalam darah bisa stabil, dengan begitu akan menurunkan resiko terkena penyakit jantung
2.       Mempunyai darah baru
Dengan menyumbangkan darah maka seldarah merah dalam tubuh akan berkurang, namun jangan kwatir, karena sel sel darah merah ini akan segera tergantikan dengan sel darah yang baru. Karena sumsum tulang belakang akan mengisi sel darah merah yang telah berkurang.
3.       Cara diet yang efektif
4.       Memberikan dampak psikologis
5.       Mendeteksi penyakit serius secara dini
Jika terdapat penyakit dalam darah kita maka darah kita tidak akan digunakan untuk orang lain, dan kita akan diberitahu bahwa darah kita terkena penyakit berbahaya, dan rasia terjaga.
6.       Manfaat yang lain cari aja di om google :p
Sungguh luar biasa manfaat donor darah ini, tanpa kita sadari terjadi proses simbiosis mutualisme. Tahu artinya? Yah buat yang belum tahu maksudnya adalah saling membutuhkan dan saling menguntungkan.
dengan demikian, Jika memberi bisa lebih banyak menguntungkan untuk kita, kenapa harus menunda-nundanya.
Berhenti mengeluh dan menunggu, berikan apa yang bisa kamu berikan untuk bangsa ini kawan.
   TANAMKAN DALAM JIWA ANDA,

AKU BERGUNA MAKA AKU HIDUP...WEUUWWW

Senin, 30 Januari 2012

SELAMAT!!!!!

 Berita bahagia sepertinya terus menghampiri Keluarga Besar Satker PSDKP NATUNA. Kali ini dua berita bahagia datang dari Saka Ramadhani dan Jefrizal. Dua Pegawai Satker ini seakan membuat janji tak tertulis untuk naik 'jabatan' bersama-sama. Saka Menjabat seorang Ayah dan Jefrizal mempunyai jabatan baru menjadi imam (baca:suami) dari Mardiana.

Kabar kelahiran bayi pertama Saka diketahui melalui sms (short message service) yang dia kirim. Dalam pesan singkatnya Pria 20 tahun itu menjelaskan bayi perempuannya telah lahir dengan selamat pada 29 Januari 2012 pukul 04.30 wib. Bayi seberat 3,6 kg itu terlahir normal di Kampung halaman ayahnya, Pontianak. Jadi, foto bayi belum bisa diupload dah.

 Mengenai Jefrizal, anak dari Munzidar ini melangsungkan akad nikah Tanggal 28 Januari 2012 sekitar pukul 7.30. Selanjutnya resepsi pernikahan dilaksanakn keesokan harinya (29 januari 2012). Foto diatas menunjukkan berturut-turut pasangan pengantin, orang tua Mardiana dan orang tua Jefrizal. Dan foto dibawah ini adalah para pendamping, atau disebut pagar betis..eh maksudnya pagar Ayu (sebutan jawa).

Para pendamping ini merupakan pegawai Satker PSDKP Natuna yang khusus didatangkan dari Pontianak (emang pada asli Pontianak :p). sebelah kiri Suroso, selanjutnya Riduan dan Tedy. Mereka mendampingi Pengantin Pria sejakberangkat dari Desa Karang Labak hingga menuju Desa Pengantin Wanita, Desa Sabang Mawang.

Sedangkan Kepala Satker PSKDP beserta Staf dan istrinya datang sesuai undangan. 29 Januari 2012 pukul 10.30.
diakhir tulisan ini kami ucapkan
Kepada Jefrizal  "Semoga menjadi Keluarga yang Barokah menuju Sakinah, Mawaddah, Warohmah"
dan untuk Saka Ramadhani "Selamat menjadi ayah, semoga bayinya kelak menjadi anak yang Saleha"


Amieeennn!!!!!!!

Selasa, 17 Januari 2012

BELAH DUREN

Selama ini masyarakat hanya mengenal Natuna dari kekayaan lautnya saja, padahal, Kabupaten penghasil miyak ini juga memiliki kekayaan darat yang melimpah, salah satunya adalah Buah Durian. Buah  berkulit duri ini bisa ditemukan disetiap Pulau-pulau kecil Natuna.  Menurut para pencintanya, Duren (baca:Durian) Natuna lebih berasa manis dan lezat, khususnya Duren Jatuh. Sebaliknya, duren yang langsung dipetik dari pohonnya akan ada rasa pahit dimulut.
Sebagai salah satu penghuni Kabupaten Natuna, khususnya Pulau Kumbik, Pegawai SATKER PSDKP NATUNA tentunya tak mau kelewatan dengan rasa khas buah yang menjadi judul lagu Julia Peres dalam salah satu singlenya.
"hmmmmm......," cuma itu yang dapat kami lukiskan mengenai kelezatan buah ini. Berkumpul di bagian belakang kantor, para pegawai menikmati buah duren bersama. Tentu saja ditemani angin spoi-spoi khas tepi laut.
 
sambil menikmati indahnya laut, duren Pulau Kumbik terasa lebih amboy. Panasnya udara terasa lepas oleh tawa semua saat berpose adu keren didepan lensa kamera. kembali kehidupan HIPEGIFO menemani kami.  Salam Buah duren...weuuwwww...mantap euy..

Selasa, 10 Januari 2012

BERIKAN APA YANG BISA KITA BERI UNTUK NEGERI INI

Judul di atas sengaja penulis berikan  agar kita mulai merenungi diri, terutama penulis sendiri.  Karena tak jarang bahkan terlalu sering kita menjelek-jelekkan bangsa ini karena tidak merasa puas dengan apa yang telah diberikannya pada kita. Kenapa beginilah?mengapa beitulah? Tapi apakah kita sudah berpikir apa yang telah kita berikan untuk Merah Putih, atau minimal mulai berpikir ingin memberikan apa pada Nusantara ini?  BERHENTI MENGELUH !!!! RAPATKAN BARISAN, BERIKAN APA YANG BISA KITA BERIKAN UNTUK NEGERI INDONESIA TERCINTA.
 Semangat diataslah yang mendasari Pegawai Satker PSDKP Natuna berkomitmen untuk menjadikan tahun 2012 sebagai tahun yang berbeda dengan tahun pendahulunya. Tentu saja perbedaan yang mengarah pada kinerja positif, menjadi lebih baik, lebih baik dan lebih baik lagi, sehingga tercipta pemerintahan yang Good Goverment.
***
Pagi tadi (10/1) sekitar pukul 09.00 Kepala Satker (Kasatker) PSDKP Natuna, Ismajaya, S.Pi, mengumpulkan stafnya, yakni Saiful Anam, S.Pi, Muhammad Ismail, A.Md, Raja Syahrudin, Riduan, Jefrizal, Apriansyah, Suroso, dan Tedy. Tujuannya tak lain dan tak bukan untuk memberikan motivasi agar pegawai mampu meningkatkan kinerja yang telah berjalan supaya lebih baik lagi. “ Kalau yang kurang baik di tahun 2011 ya ditinggalkan,” ujar Ismajaya.

Pertemuan diruang Kasatker berjalan santai tapi serius, suasana obrolan layaknya keluarga yang sedang membicarakan rumahnya, “ Kalian (baca pegawai) disini bisa membicarakan apa saja keluh kesah kalian, bisa mengangggap saya kakak atau bapak, walaupun saya belum bapak-bapak,” candanya diiringi senyum dan tawa yang lain. Selain itu,tambahnya, saya berharap ide-ide besar keluar dari kalian, selama itu demi kemajuan Satker, kita harus mendukungnya.



 Ide-ide bahkan sanggahan selama pertemuan muncul dari beberapa pegawai, dengan begitu diharapkan pegawai tidak merasa tertekan dengan beban tugasnya dan melaksanakannya dengan penuh kesadaran, keikhlasan dan penuh tanggung jawab. “ Kalau ada yang keberatan silahkan di utarakan, dengan begitu tidak ada lagi alasan terbengkalainya tugas, tak perlu lagi diingatkan, kalau tidak mengerti silahkan bertanya pada yang ngerti,” tegasnya. Kasatker ingin semua pegawai mau belajar dan meningkatkan potensinya. Dengan meningkatnya potensi diri yang dimiliki, meningkat pula keinginan untuk memberi pada Negeri. 
Tak terasa obrolan ringan tapi vital itu mengantarkan kami ke jam makan siang. Perut yang belum diisi dari pagi ditambah matahari yang enggan menampakkan wajahnya dari pagi menyebabkan cacing-cacing diperut berdemo. “Turunkan nasi goreng atau mie goreng untuk kami,” mungkin begitulah teriakan para cacing andai kita mengeti bahasa mereka. Ternyata, tuntutan para cacing ini terpenuhi dengan berangkatnya kami ke Kafe ala Pulau Kumbik.
Sebelum itu, tentu saja setiap momen tak lepas dari aksi hipegifo (baca:himpunan pegawai gila foto). Memulai tahun baru tentu foto baru pula. Kali ini foto yang tak tercover adalah Saka Ramadhani, karena harus menemani istrinya melahirkan, jadi dia digantikan Putri Kasatker, Eca.


Jarak kafe dengan kantor hanya beberapa meter saja, tak sampai 5 menit jika ditempuh dengan motor. Hidanganpun cukup sederhana, pilihan makanan hanya nasi goreng, bakso ikan (sampai sekarang penulis belum mampu menelan nih bakso, lebay), mie goreng, mie instan, dan cemilan-cemilan ala kadarnya. Minumanpun hanya teh es, teh anget, kopi, sirup, susu, extra jos susu, dan kawan-kawannya. Tapi bukan itu intinya, tapi kebersamaan kekeluargaanlah yang membuat semua makanan terasa istimewa, apa lagi gratiss tis, di tanggung kepala mah.
  
 Tempatnya pun sederhana, hanya sebuah rumah berbalut papan kayu yang berdiri diatas pantai yang saat pasang datang bangunan serasa diatas laut. Letaknyapun termasuk di pusat perkampungan sehingga tak jarang sesekali menyapa warga untuk ikut makan bersama kami, entah karena kenyang atau malu-malu tak ada yang mau singgah menemani kami. Hingga akhirnya langit mulai menumpahkan bebannya, kamipun cepat-cepat kembali ke Kantor menerjang gerimis.