Kegagahan KP. HIU MACAN 001 terus terbukti, setelah menangkap 7 kapal Pelakuk IUU Fishing beberapa pekan yang lalu, kemarin (19/6) Kapal milik Direktorat Jenderal Pengawasan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) ini kembali menangkap 3 Kapal Ikan Asing (KIA) yang menangkap ikan di Wilayah Pengelolaan Perairan Indonesia. Ketiga kapal berbendera Vietnam itu adalah KM.BTH 99571 TS, KM.BTH 98782 TS, dan KM.KH 91089.
Ketiganya ditangkap di Perairan Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia (ZEEI) Laut Cina Selatan Pada posisi 05º 29, 60’ LU - 109º 58,68’ BT, 05º 27, 42’ LU - 109º 58,44’ BT dan posisi 05º 34,63’ LU - 109º 44,78’ BT. Selanjutnya KIA dibawa dan diadhock di Satker PSDKP Natuna dan diserah terimakan Nahkoda KP HIUM MACAN 001, Samson, kepada M Syamsu Rokhman selaku Kepala Satker PSDKP Natuna.
Sebagai abdi
masyarakat sangat tidak wajar jika kita menginginkan dilayani, justru tugas
kita adalah melayani dengan setulus hati tanpa adanya embel-embel yang lain. Dan alangkah
bertambah terpuruknya citra pelayan masyarakat ini jika bisanya hanya bisa meminta dan menuntut. Sadar tidak sadar kita
masih terlalu banyak meminta dan hanya memberi karena sudah ada aturan yang
mengatur kita untuk memberi, sebagai contoh pemebrian pelayanan hanya sebatas
Tugas dan Fungsinya.
Berawal dari sanalah muncul pemikiran, Satuan Kerja Pengawasan SDKP Natuna dalam
melakukan pelayanan pada masyarakat tidak boleh hanya sebatas pada ketentuan
yang tertuang dalam Tugas dan Fungsi semata, namun harus bisa memberikan
sesuatu yang lain pada masyarakat. Salah satunya adalah turut serta dalam kegiatan
Donor Darah.
Donor Darah merupakan salah satu cara memeberi tidak harus
berupa uang, namun dampaknya luar biasa, karena bisa menjadi fasilitas
penyambung nyawa hidup seseorang. Sebagai contah jika ada sekumpulan korban
kecelakaan yang kehilangan banyak darah
dan saat itu juga membutuhkan darah agar nyawanya bisa terselamatkan, lalu kita
mencoba memberikan uang padanya mungkin mereka secara serempak akan menyanyikan lagunya Jessie berjudul Price
Tag,yang dalam salah satu liriknya berbunyi” we don’t need your money, money.”
Selain bermanfaat bagi orang lain, donor darah juga bermanfaat
bagi pendonor sendiri, yakni darah tidak hanya terbuang dihisap nyamuk (just
kidding). Manfaatnya sebagai beriukut:
1.Menjaga Kesehatan jantung
Dengan melakukan donor darah rutin jumlah
jat besi dalam darah bisa stabil, dengan begitu akan menurunkan resiko terkena
penyakit jantung
2.Mempunyai darah baru
Dengan menyumbangkan darah maka seldarah
merah dalam tubuh akan berkurang, namun jangan kwatir, karena sel sel darah
merah ini akan segera tergantikan dengan sel darah yang baru. Karena sumsum
tulang belakang akan mengisi sel darah merah yang telah berkurang.
3.Cara diet yang efektif
4.Memberikan dampak psikologis
5.Mendeteksi penyakit serius secara dini
Jika terdapat penyakit dalam darah kita
maka darah kita tidak akan digunakan untuk orang lain, dan kita akan diberitahu
bahwa darah kita terkena penyakit berbahaya, dan rasia terjaga.
6.Manfaat yang lain cari aja di om google :p
Sungguh luar biasa manfaat donor darah ini, tanpa kita sadari
terjadi proses simbiosis mutualisme. Tahu artinya? Yah buat yang belum tahu
maksudnya adalah saling membutuhkan dan saling menguntungkan.
dengan demikian, Jika memberi bisa
lebih banyak menguntungkan untuk kita, kenapa harus menunda-nundanya.
Berhenti mengeluh dan menunggu, berikan apa yang bisa kamu
berikan untuk bangsa ini kawan.
Berita bahagia sepertinya terus menghampiri Keluarga Besar Satker PSDKP NATUNA. Kali ini dua berita bahagia datang dari Saka Ramadhani dan Jefrizal. Dua Pegawai Satker ini seakan membuat janji tak tertulis untuk naik 'jabatan' bersama-sama. Saka Menjabat seorang Ayah dan Jefrizal mempunyai jabatan baru menjadi imam (baca:suami) dari Mardiana.
Kabar kelahiran bayi pertama Saka diketahui melalui sms (short message service) yang dia kirim. Dalam pesan singkatnya Pria 20 tahun itu menjelaskan bayi perempuannya telah lahir dengan selamat pada 29 Januari 2012 pukul 04.30 wib. Bayi seberat 3,6 kg itu terlahir normal di Kampung halaman ayahnya, Pontianak. Jadi, foto bayi belum bisa diupload dah.
Mengenai Jefrizal, anak dari Munzidar ini melangsungkan akad nikah Tanggal 28 Januari 2012 sekitar pukul 7.30. Selanjutnya resepsi pernikahan dilaksanakn keesokan harinya (29 januari 2012). Foto diatas menunjukkan berturut-turut pasangan pengantin, orang tua Mardiana dan orang tua Jefrizal. Dan foto dibawah ini adalah para pendamping, atau disebut pagar betis..eh maksudnya pagar Ayu (sebutan jawa).
Para pendamping ini merupakan pegawai Satker PSDKP Natuna yang khusus didatangkan dari Pontianak (emang pada asli Pontianak :p). sebelah kiri Suroso, selanjutnya Riduan dan Tedy. Mereka mendampingi Pengantin Pria sejakberangkat dari Desa Karang Labak hingga menuju Desa Pengantin Wanita, Desa Sabang Mawang.
Sedangkan Kepala Satker PSKDP beserta Staf dan istrinya datang sesuai undangan. 29 Januari 2012 pukul 10.30.
diakhir tulisan ini kami ucapkan
Kepada Jefrizal "Semoga menjadi Keluarga yang Barokah menuju Sakinah, Mawaddah, Warohmah"
dan untuk Saka Ramadhani "Selamat menjadi ayah, semoga bayinya kelak menjadi anak yang Saleha"
Selama ini masyarakat hanya mengenal Natuna dari kekayaan lautnya saja, padahal, Kabupaten penghasil miyak ini juga memiliki kekayaan darat yang melimpah, salah satunya adalah Buah Durian. Buah berkulit duri ini bisa ditemukan disetiap Pulau-pulau kecil Natuna. Menurut para pencintanya, Duren (baca:Durian) Natuna lebih berasa manis dan lezat, khususnya Duren Jatuh. Sebaliknya, duren yang langsung dipetik dari pohonnya akan ada rasa pahit dimulut.
Sebagai salah satu penghuni Kabupaten Natuna, khususnya Pulau Kumbik, Pegawai SATKER PSDKP NATUNA tentunya tak mau kelewatan dengan rasa khas buah yang menjadi judul lagu Julia Peres dalam salah satu singlenya.
"hmmmmm......," cuma itu yang dapat kami lukiskan mengenai kelezatan buah ini. Berkumpul di bagian belakang kantor, para pegawai menikmati buah duren bersama. Tentu saja ditemani angin spoi-spoi khas tepi laut.
sambil menikmati indahnya laut, duren Pulau Kumbik terasa lebih amboy. Panasnya udara terasa lepas oleh tawa semua saat berpose adu keren didepan lensa kamera. kembali kehidupan HIPEGIFO menemani kami. Salam Buah duren...weuuwwww...mantap euy..
Judul di atas sengaja penulis berikanagar kita mulai merenungi diri, terutama penulis sendiri. Karena tak jarang bahkan terlalu sering kita menjelek-jelekkan bangsa ini karena tidak merasa puas dengan apa yang telah diberikannya pada kita. Kenapa beginilah?mengapa beitulah? Tapi apakah kita sudah berpikir apa yang telah kita berikan untuk Merah Putih, atau minimal mulai berpikir ingin memberikan apa pada Nusantara ini?BERHENTI MENGELUH !!!! RAPATKAN BARISAN, BERIKAN APA YANG BISA KITA BERIKAN UNTUK NEGERI INDONESIA TERCINTA.
Semangat diataslah yang mendasari Pegawai Satker PSDKP Natuna berkomitmen untuk menjadikan tahun 2012 sebagai tahun yang berbeda dengan tahun pendahulunya. Tentu saja perbedaan yang mengarah pada kinerja positif, menjadi lebih baik, lebih baik dan lebih baik lagi, sehingga tercipta pemerintahan yang Good Goverment.
***
Pagi tadi (10/1) sekitar pukul 09.00 Kepala Satker (Kasatker) PSDKP Natuna, Ismajaya, S.Pi, mengumpulkan stafnya, yakni Saiful Anam, S.Pi, Muhammad Ismail, A.Md, Raja Syahrudin, Riduan, Jefrizal, Apriansyah, Suroso, dan Tedy. Tujuannya tak lain dan tak bukan untuk memberikan motivasi agar pegawai mampu meningkatkan kinerja yang telah berjalan supaya lebih baik lagi. “ Kalau yang kurang baik di tahun 2011 ya ditinggalkan,” ujar Ismajaya.
Pertemuan diruang Kasatker berjalan santai tapi serius, suasana obrolan layaknya keluarga yang sedang membicarakan rumahnya, “ Kalian (baca pegawai) disini bisa membicarakan apa saja keluh kesah kalian, bisa mengangggap saya kakak atau bapak, walaupun saya belum bapak-bapak,” candanya diiringi senyum dan tawa yang lain. Selain itu,tambahnya, saya berharap ide-ide besar keluar dari kalian, selama itu demi kemajuan Satker, kita harus mendukungnya.
Ide-ide bahkan sanggahan selama pertemuan muncul dari beberapa pegawai, dengan begitu diharapkan pegawai tidak merasa tertekan dengan beban tugasnya dan melaksanakannya dengan penuh kesadaran, keikhlasan dan penuh tanggung jawab. “ Kalau ada yang keberatan silahkan di utarakan, dengan begitu tidak ada lagi alasan terbengkalainya tugas, tak perlu lagi diingatkan, kalau tidak mengerti silahkan bertanya pada yang ngerti,” tegasnya. Kasatker ingin semua pegawai mau belajar dan meningkatkan potensinya. Dengan meningkatnya potensi diri yang dimiliki, meningkat pula keinginan untuk memberi pada Negeri.
Tak terasa obrolan ringan tapi vital itu mengantarkan kami ke jam makan siang. Perut yang belum diisi dari pagi ditambah matahari yang enggan menampakkan wajahnya dari pagi menyebabkan cacing-cacing diperut berdemo. “Turunkan nasi goreng atau mie goreng untuk kami,” mungkin begitulah teriakan para cacing andai kita mengeti bahasa mereka. Ternyata, tuntutan para cacing ini terpenuhi dengan berangkatnya kami ke Kafe ala Pulau Kumbik.
Sebelum itu, tentu saja setiap momen tak lepas dari aksi hipegifo (baca:himpunan pegawai gila foto). Memulai tahun baru tentu foto baru pula. Kali ini foto yang tak tercover adalah Saka Ramadhani, karena harus menemani istrinya melahirkan, jadi dia digantikan Putri Kasatker, Eca.
Jarak kafe dengan kantor hanya beberapa meter saja, tak sampai 5 menit jika ditempuh dengan motor. Hidanganpun cukup sederhana, pilihan makanan hanya nasi goreng, bakso ikan (sampai sekarang penulis belum mampu menelan nih bakso, lebay), mie goreng, mie instan, dan cemilan-cemilan ala kadarnya. Minumanpun hanya teh es, teh anget, kopi, sirup, susu, extra jos susu, dan kawan-kawannya. Tapi bukan itu intinya, tapi kebersamaan kekeluargaanlah yang membuat semua makanan terasa istimewa, apa lagi gratiss tis, di tanggung kepala mah.
Tempatnya pun sederhana, hanya sebuah rumah berbalut papan kayu yang berdiri diatas pantai yang saat pasang datang bangunan serasa diatas laut. Letaknyapun termasuk di pusat perkampungan sehingga tak jarang sesekali menyapa warga untuk ikut makan bersama kami, entah karena kenyang atau malu-malu tak ada yang mau singgah menemani kami. Hingga akhirnya langit mulai menumpahkan bebannya, kamipun cepat-cepat kembali ke Kantor menerjang gerimis.